Teks foto : Bupati Hj Kasmarni di hadapan sejumlah OPD Camat Pinggir,Kapolsek Pinggir,Koramil 03 Mandau,Kepala Desa Muara Basung Saat Memberikan Edukasi Bagaimana Cara Buka Lahan Tanpa Harus Membakar
PINGGIR – Pemerintah Kabupaten Bengkalis menyiapkan program bantuan alat berat bagi masyarakat yang ingin membersihkan lahan tanpa menggunakan metode pembakaran.Program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Hal itu disampaikan Bupati Bengkalis,Hj.Kasmarni,saat melakukan sosialisasi dan edukasi pembukaan lahan tanpa membakar kepada masyarakat di salah satu kebun masyarakat di Desa Muara Basung,Kecamatan Pinggir, Sabtu (19/9/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Kasmarni didampingi Camat Pinggir Zama Rico D, jajaran Polsek Pinggir, Koramil 03 Mandau,Kepala Desa Muara Basung Ahkyar Mukmin, kepala UPT, kepala desa dan lurah, tokoh masyarakat, serta personel TNI-Polri.
Kegiatan itu sekaligus memperagakan penggunaan alat berat jenis excavator untuk membantu proses pembersihan lahan masyarakat tanpa melakukan pembakaran.
Kasmarni mengatakan,Pemkab Bengkalis memiliki program bantuan alat berat bagi masyarakat lokal atau masyarakat setempat yang memiliki lahan sekitar dua hingga tiga hektare dan membutuhkan bantuan untuk membersihkan lahannya.
Menurutnya, program tersebut diharapkan dapat menjangkau masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Bengkalis melalui koordinasi antara pemerintah kecamatan dan desa.
Pemkab Bengkalis juga akan melibatkan camat, kepala desa, serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat bahwa pembukaan lahan tidak harus dilakukan dengan cara membakar.
Kasmarni menegaskan, pembukaan lahan dengan cara membakar dapat menimbulkan dampak luas bagi masyarakat. Selain berpotensi memicu karhutla, asap yang dihasilkan juga dapat mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan belajar mengajar.
“Kita sama-sama ketahui akibat dari pembakaran tersebut. Hari ini anak-anak kita belum bisa masuk sekolah,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Bengkalis juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia melalui Kementerian Kehutanan dan Kementerian Dalam Negeri yang telah memberikan dukungan bantuan penanganan bencana kebakaran di Kabupaten Bengkalis.
Kasmarni mengatakan, bantuan tersebut salah satunya akan dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai larangan membuka lahan dengan cara membakar.
“Mudah-mudahan program ini bisa berjalan secara kontinu dan berkelanjutan, sehingga dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan, khususnya di Kabupaten Bengkalis, kita bisa menuju zero fire atau zero spot,” katanya.
Untuk mendapatkan bantuan tersebut, masyarakat dapat menyampaikan laporan melalui pemerintah desa. Kepala desa nantinya melakukan identifikasi terhadap masyarakat yang membutuhkan bantuan pembersihan lahan.
Masyarakat cukup melengkapi identitas diri serta alas hak resmi atau dokumen kepemilikan lahan. Selanjutnya, data tersebut akan diverifikasi oleh tim teknis Pemkab Bengkalis sebelum bantuan alat berat diberikan.
“Caranya cukup mudah. Pak Kades cukup mendapatkan identifikasi melalui masyarakat yang memberikan laporan. Mungkin cukup membawa identitas dan alas hak resmi tentang kepemilikan lahannya. Nanti akan kami verifikasi melalui tim teknis yang ada di Kabupaten Bengkalis, sehingga bisa dilakukan proses pembersihan lahannya dengan dibantu menggunakan alat berat,” jelas Kasmarni.
Kasmarni berharap pemerintah desa, kecamatan, serta seluruh instansi terkait dapat bersama-sama menyosialisasikan program tersebut kepada masyarakat.
Upaya itu dinilai penting mengingat masih adanya masyarakat yang membuka lahan dengan cara membakar.
“Silakan nanti Pak Kades melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Kami dari Pemerintah Kabupaten Bengkalis mungkin akan membentuk tim teknis yang menangani kegiatan ini,” ujarnya.
Selain pemerintah desa dan kecamatan, dinas terkait juga diharapkan mengambil peran dalam memberikan edukasi serta membantu penanganan persoalan karhutla secara terpadu.
“Terutama instansi terkait di Kabupaten Bengkalis, mari kita bersama-sama menyelesaikan persoalan, terutama tentang kebakaran yang terjadi hari ini,” pungkasnya.














