Teks foto : Musrenbang Desa Tambusai Batang Dui 2027-2028 Resmi Dibuka,Wakil Ketua I DPRD M.Arsya Fadillah Dorong Sejumlah Usulan Pebangunan
BATHIN SOLAPAN – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Desa Tambusai Batang Dui untuk penyusunan rencana pembangunan tahun anggaran 2027-2028 resmi dibuka.Senin (28/9) sejumlah usulan pembangunan masyarakat menjadi pembahasan dalam forum tersebut.
Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Bengkalis M.Arsya Fadillah, S.IP menyampaikan, pelaksanaan Musrenbang bukan sekadar agenda tahunan, melainkan bagian dari proses berkelanjutan untuk memperjuangkan kebutuhan masyarakat di tingkat desa.
Menurutnya, terdapat sekitar 10 usulan pembangunan yang tercatat dalam Musrenbang Desa Tambusai Batang Dui. Meski jumlah usulan cukup banyak, kondisi tersebut tidak seharusnya menyurutkan semangat masyarakat maupun pemerintah desa untuk terus memperjuangkannya.
"Kalau bagi saya, ini bukan yang pertama. Ini berkelanjutan. Hari ini ada lebih kurang 10 item yang ada di Desa Tambusai Batang Dui. Jumlahnya mungkin tidak sedikit, luar biasa. Tapi ini tidak membuat kita menjadi tidak bersemangat," ujarnya.
Ia mengatakan, dari sejumlah usulan tersebut, dirinya akan berupaya agar setidaknya dua hingga lima item dapat direalisasikan pada tahun 2027, dengan menyesuaikan kemampuan anggaran daerah.
"Saya tidak mau berjanji kepada Bapak-Ibu. Tapi hari ini saya mengupayakan bagaimana kegiatan yang lebih kurang 10 konsep yang ada di kertas ini, paling tidak dua sampai lima item bisa direalisasikan tahun 2027," katanya.
Salah satu usulan yang menjadi prioritas adalah pembangunan gedung serbaguna. Ia menyebut pembangunan gedung tersebut telah masuk dalam pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD yang akan diperjuangkannya.
"Kalau masalah pembangunan gedung serbaguna, itu sudah menjadi prioritas saya. Itu sudah masuk dalam pokir saya. Insyaallah tahun 2027 itu langsung saya bangun gedung sebelah sini," tegasnya.
Selain gedung serbaguna, persoalan drainase juga menjadi perhatian. Ia menyinggung kondisi drainase di depan BCA yang sebelumnya telah dianggarkan sekitar Rp250 juta. Namun, setelah dilakukan perhitungan, pekerjaan tersebut dinilai membutuhkan anggaran lebih besar agar dapat dituntaskan dari pangkal hingga ujung.
"Kontraktor tidak mau mengerjakan karena tidak selesainya harus lagi pangkal ujung. Setelah dihitung bersama konsultan, lebih kurang pagunya sekitar Rp1 miliar. Harus selesai, supaya tidak busuk lagi dan tidak banjir lagi," jelasnya.
Karena itu, ia meminta agar usulan penyelesaian drainase tersebut kembali dimasukkan dalam Musrenbang tahun 2027. Ia juga berkomitmen memperjuangkannya dalam pembahasan anggaran di tingkat kabupaten.
"Kita usulkan di Musrenbang tahun 2027, pagu anggaran Rp1 miliar ini agar bisa nanti saya upayakan. Ketika rapat Banggar di Kabupaten Bengkalis, kita mau Tambusai Batang Dui ini terhindar dari permasalahan-permasalahan yang tidak ingin kita hadapi," ujarnya.
Ia juga menyoroti persoalan normalisasi saluran air yang menghubungkan pembuangan air Desa Tambusai Batang Dui dengan wilayah sekitarnya. Menurutnya, persoalan tersebut membutuhkan penanganan secara menyeluruh karena keterbatasan kapasitas drainase menjadi salah satu penyebab banjir ketika hujan deras berlangsung.
Ia menyebut sebelumnya telah memasukkan anggaran sekitar Rp400 juta untuk normalisasi. Namun, setelah dilakukan kajian bersama dan melibatkan konsultan, kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai Rp2 miliar.
"Tak cukup dengan pagu yang saya buat untuk normalisasi. Kemarin saya masukkan Rp400 juta, ternyata tidak cukup. Dengan pagu Rp2 miliar itu, drainase kita buat ulang, baru normalisasinya kita laksanakan sekalian," katanya.
Ia menjelaskan, terdapat rumah masyarakat yang sudah berdiri di sekitar jalur normalisasi. Karena itu, penanganannya harus dilakukan dengan perencanaan yang matang agar tidak menimbulkan persoalan baru.
"Kalau kita bongkar itu, robohlah rumah-rumah masyarakat yang ada di sana. Makanya pagunya Rp2 miliar. Drainase kita buat ulang, baru normalisasinya kita laksanakan sekalian," jelasnya.
Untuk penanganan tersebut, ia mengaku telah berkoordinasi dengan kepala UPT Balai Wilayah Sungai (BWS) serta mendatangkan konsultan untuk melakukan perhitungan teknis.
"Sudah saya koordinasi dengan Bapak Kepala UPT-BWS. Hari ini kami sudah datangkan konsultan, makanya dihitung kemarin. Dapatlah angka itu dalam pagu Rp2 miliar, baru bisa direalisasikan dengan sempurna," ungkapnya.
Ia berharap pembenahan drainase dan normalisasi tersebut nantinya dapat mengurangi persoalan banjir yang selama ini dirasakan masyarakat ketika hujan deras.
"Insyaallah tidak akan ada lagi banjir-banjir ketika hujan deras yang akan datang," harapnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat hingga pemuda, untuk bersama-sama membangun Desa Tambusai Batang Dui.
"Mari bersama-sama kita bangun kampung kita ini. Bagaimana Desa Tambusai Batang Dui ini menjadi desa yang bermarwah, maju dan sejahtera serta unggul di Indonesia," ajaknya.
Ia menegaskan dirinya terbuka terhadap aspirasi masyarakat dan meminta warga tidak segan menyampaikan berbagai persoalan maupun usulan pembangunan.
"Saya tidak menutup diri. Bapak-bapak dan Ibu-ibu sudah tahu di mana rumah saya. Jangan segan, jangan ragu. Kalau ingin kita membangun kampung kita ini, mari bersama-sama kita bangun kampung kita ini," tuturnya.
Ia juga menyampaikan bahwa dirinya telah mengikuti Musrenbang Desa Tambusai Batang Dui secara konsisten sejak dilantik dan akan terus berupaya mengawal berbagai persoalan pembangunan yang disampaikan masyarakat.
"Alhamdulillah hari ini kita bersama-sama terus bagaimana bisa menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada," katanya.
Menutup sambutannya, ia secara resmi membuka Musrenbang tingkat Desa Tambusai Batang Dui untuk penyusunan rencana pembangunan tahun anggaran 2027-2028.
"Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Musrenbang tingkat Desa Tambusai Batang Dui tahun anggaran 2027-2028 resmi saya nyatakan dibuka," pungkasnya.
Laporan Sut.












