Pangdam XIX Tuanku Tambusai Pastikan Program Manunggal Air Beri Manfaat Nyata bagi Warga
DUMAI — Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo, S.A.P., M.M., CHRMP., memastikan Program Manunggal Air Bersih yang dibangun TNI Angkatan Darat benar-benar berfungsi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Hal itu disampaikannya saat meninjau langsung fasilitas Program Manunggal Air Bersih di Jalan Pinang Merah, Kelurahan Bukit Kayu Kapur, Kecamatan Bukit Kapur, Kota Dumai, Minggu (30/8/2026).
Peninjauan tersebut dilakukan di sela kunjungan kerja Pangdam XIX/Tuanku Tambusai ke wilayah Kodim 0320/Dumai dalam rangka melihat kondisi serta penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Dalam kesempatan itu, Pangdam tidak hanya melihat hasil pembangunan fasilitas air bersih, tetapi juga memastikan sarana tersebut berfungsi dan dapat dimanfaatkan masyarakat secara berkelanjutan.
“Program Manunggal Air merupakan salah satu program unggulan TNI Angkatan Darat yang kita laksanakan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat,” ujar Pangdam.
Menurutnya, keberhasilan Program Manunggal Air tidak semata-mata diukur dari rampungnya pembangunan fasilitas, melainkan dari keberlanjutan pemanfaatan dan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Yang paling penting bagi kita bukan hanya pembangunannya selesai, tetapi bagaimana air bersih ini benar-benar dapat dimanfaatkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Pangdam menjelaskan, secara nasional TNI Angkatan Darat telah membangun sekitar 3.000 titik fasilitas air bersih. Khusus di wilayah Kodam XIX/Tuanku Tambusai, sebanyak 120 titik telah selesai 100 persen dan tersebar di Provinsi Riau dan Kepulauan Riau.
Secara keseluruhan, program tersebut telah memberikan manfaat bagi sekitar 5.726 kepala keluarga (KK) atau 12.484 jiwa.
Sementara itu, fasilitas air bersih yang berada di Bukit Kayu Kapur memberikan manfaat langsung kepada 128 KK atau sekitar 512 warga.
Selain memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, keberadaan fasilitas air bersih juga menjadi bagian dari upaya Kodam XIX/Tuanku Tambusai dalam memperkuat penanganan karhutla.
Pangdam menyebut, Kodam XIX/Tuanku Tambusai menargetkan pembangunan sebanyak 500 sumur bor di wilayah yang rawan terjadi karhutla. Ketersediaan sumber air tersebut diharapkan dapat mendukung langkah pencegahan sekaligus memperkuat upaya pemadaman apabila terjadi kebakaran.
“Yang terpenting, bukan hanya membangun fasilitas, tetapi memastikan airnya benar-benar mengalir, dimanfaatkan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat fasilitas air bersih yang telah dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Karena air bersih adalah kebutuhan dasar. Ketika air tersedia, banyak aktivitas masyarakat menjadi lebih mudah dan kehidupan pun menjadi lebih baik,” pungkas Pangdam.
(Pendam XIX)












