Diduga Abaikan Keselamatan Pengunjung Pihak RS Permata Hati Duri
MANDAU,— Proyek konstruksi di lingkungan rumah sakit wajib menerapkan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta pengendalian risiko infeksi yang ketat guna melindungi pengunjung dari bahaya material jatuh, paparan debu, dan area berbahaya.
Hal ini terpantau langsung di lapangan pembangunan penambahan gedung Rumah Sakit Permata Hati Duri Jalan Jenderal Suderman Kecamatan Mandau.Diduga telah mengabaikan keselamatan Pengunjung.Pasalnya dalam menggunakan crane setinggi puluhan meter angkat beban berat tidak menggunakan tali sling.Ditambah di mana lengan (jib) alat tersebut melintasi di atas area tempat parkir roda dua mapun roda empat,serta tempatnya lalu lalang para keluarga Pasien yang sedang sakit di rumah sakit tersebut.
Kondisi ini bisa menimbulkan potensi risiko serius terhadap keselamatan publik, terutama keluarga para pasien yang berkunjung,tepat di bawah lintasan operasional crane tersebut.Hal ini terlihat langsung oleh awak media. kabarlintasriau.com.Minggu malam (30/5/2026) saat menjenguk keluarga yang sedang di rawat di rumah sakit tersebut.
Kemudian potensi bahaya jatuhnya material proyek dan ancaman yang dapat terjadi sewaktu-waktu, itu terlihat jelas membahayakan Pengunjung yang sedang berjalan kaki dari tempat parkir menuju rumah sakit tersebut,"hal ini di uangkapkan salah satu keluarga pasien yang namnya tidak mau di sebutkan Saat hendak menjenguk saudaranya.
Ia juga menegaskan bahwa persoalan ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan menyangkut keselamatan jiwa. “Crane tetap melintas di atas, operasional tower crane memiliki zona bahaya (risk radius) situasi ini berbahaya yang tidak bisa dianggap biasa,” ujarnya.
Keluarga pasien pun sempat pertanya kepada petugas/ Perawat RS Permata Hati," Suster nama humas rumah sakit ini siapa,perawat balik bertanya,"Ada apa pak,"jawabnya,"Saya mau jumpa ada yang hendak saya kompirmasi," Ia nanti pak saya sampaikan jawab perawat.lalu perawat tersebut pergi begitu saja. Sehingga keluarga pasien tersebut harus menunggu lama jawaban balik dari perawat tersebut.
Keluarga Pasien mengingatkan ke pihak rumah sakit (Manajemen), bahwa keselamatan pengunjung rumah sakit itu menjadi prioritas utama.“saya meminta pihak rumah sakit Permata Hati Duri terus melakukan pengawasan lapangan."Menurutnya bahwa aktivitas tersebut berpotensi dapat menimbulkan korban jiwa ,terutama para pengunjung keluarga pasien tanpa jaminan keselamatan yang memadai,saat melintas di bawah pekerjaan proyek tersebut.
Saat berita ini di turunkan ke publik pihak (Manajemen) rumah sakit Permata Hati belum dapat di kompirmasi: Penulis Pim Redaksi Kabar Lintas Riau.












