Teks foto : Bupati Kasmarni Ajak Masyarakat Seimbangkan Urusan Dunia dan Akhirat di Tabligh Akbar Hari Jadi Bengkalis ke 514
BENGKALIS – Bupati Bengkalis Hj. Kasmarni mengajak masyarakat untuk tidak terjebak dalam fenomena Fear of Missing Out (FOMO) yang kian marak di era digital. Menurutnya, perkembangan teknologi dan media sosial harus dimanfaatkan secara bijak sebagai sarana meningkatkan kualitas diri, memperkuat keimanan, serta memperbanyak amal kebajikan, bukan sekadar mengikuti tren dan mencari pengakuan.
Pesan tersebut disampaikan Bupati saat menghadiri Tabligh Akbar Sempena Hari Jadi ke-514 Bengkalis Tahun 2026 yang menghadirkan Al-Mukarram Habib Husein Ja'far Al Hadar sebagai penceramah di Lapangan Tugu Bengkalis, Jumat (24/7/2026) malam.
Sebelum menghadiri tabligh akbar, Bupati menjamu Habib Husein Ja'far Al Hadar beserta rombongan dalam jamuan makan malam di Wisma Sri Mahkota Bengkalis. Jamuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban sebagai bentuk penghormatan dan silaturahmi Pemerintah Kabupaten Bengkalis kepada penceramah yang mengisi rangkaian peringatan Hari Jadi ke-514 Bengkalis.
Dalam sambutannya,Bupati menilai kehidupan modern menghadirkan berbagai tantangan, salah satunya fenomena FOMO yang membuat seseorang khawatir tertinggal dari perkembangan di media sosial maupun lingkungan sekitarnya. Kondisi tersebut, menurutnya, dapat mengalihkan perhatian dari tujuan hidup yang sesungguhnya, yakni meraih ridha Allah SWT dan mempersiapkan bekal menuju kehidupan akhirat.
«"Jangan sampai kita terlalu sibuk mengejar apa yang sedang viral, tetapi lupa memperbaiki diri, memperkuat ibadah, dan menyiapkan bekal untuk kehidupan yang kekal," pesan Bupati.»
Bupati menegaskan, peringatan Hari Jadi ke-514 Bengkalis bukan sekadar mengenang sejarah berdirinya Negeri Junjungan, tetapi juga menjadi momentum untuk melakukan refleksi atas perjalanan pembangunan sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan Kabupaten Bengkalis yang semakin bermarwah, maju, sejahtera, berdaya saing, dan tetap berlandaskan nilai-nilai agama.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus mempererat persatuan, menjaga kerukunan, serta menghidupkan semangat gotong royong sebagai fondasi utama dalam membangun daerah. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat menjadi kekuatan penting dalam mewujudkan Bengkalis yang maju dan senantiasa memperoleh keberkahan Allah SWT.
Mengakhiri sambutannya,Bupati menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, sponsor, aparat keamanan, serta semua pihak yang telah berkontribusi menyukseskan penyelenggaraan Tabligh Akbar dan rangkaian peringatan Hari Jadi ke-514 Bengkalis.
Ia berharap tausiah yang disampaikan Habib Husein Ja'far Al Hadar mampu menjadi penyejuk hati, memperkokoh keimanan, serta menginspirasi masyarakat untuk senantiasa menyeimbangkan urusan dunia dan akhirat dalam setiap langkah kehidupan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Bengkalis Septian Nugraha,Wakil Ketua I DPRD Bengkalis M. Arsya Fadillah, Anggota DPRD Bengkalis Zamzami, Wakil Bupati Bengkalis H.Bagus Santoso, Sekretaris Daerah Bengkalis dr. Ersan Saputra, Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar, Dandim 0303/Bengkalis yang diwakili Danramil 01/Bengkalis Kapten Arm. Yogi Sudarso, Plt. Kepala Kejaksaan Negeri Bengkalis Dr. Dodi Wiraatmaja, Danposal Bengkalis Lettu Laut (PM) Nirwan Hastya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkalis Drs. H. Khaidir, Ketua MUI Bengkalis H. Amrizal, Ketua Baznas Bengkalis Ismail, Ketua MKA LAMR Bengkalis Datuk Seri Ilham Noer, Ketua TP-PKK Kabupaten Bengkalis Hj. Siti Aisyah, Ketua DWP Kabupaten Bengkalis Ny. Ira Vandriani Ersan, para pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkalis, pimpinan instansi vertikal, BUMN, BUMD, organisasi kemasyarakatan, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan, serta ribuan masyarakat Kabupaten Bengkalis.
Usai sambutan Bupati, kegiatan dilanjutkan dengan tausiah agama oleh Al-Mukarram Habib Husein Ja'far Al Hadar yang menyampaikan pesan-pesan tentang pentingnya menjaga keimanan, memperkuat akhlak, serta menyeimbangkan urusan dunia dan akhirat di tengah derasnya arus perkembangan zaman.



















