Kunjungi Dusun Suka Maju Desa Air Kulim,Arsya Fadillah Perjuangkan Empat Titik Infrastruktur Dibangun 2027
BATHIN SOLAPAN — Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Bengkalis, M. Arsya Fadillah, S.IP, menegaskan komitmennya memperjuangkan pembangunan infrastruktur di Desa Air Kulim, Kecamatan Bathin Solapan, khususnya di Dusun Sukamaju.
Hal tersebut disampaikannya Arsya Fadillah, saat bertemu ramah dan berdialog bersama masyarakat Dusun Sukamaju? Desa Air Kulim, Selasa (6/10) di rumah kepala Dusun M.Jamaludin. Dalam kesempatan tersebut, Arsya menyampaikan bahwa terdapat sejumlah kebutuhan infrastruktur yang menjadi perhatian masyarakat dan akan diperjuangkannya melalui pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD.
Arsya juga mengatakan, kedatangannya ke Dusun Sukamaju bukan sekadar menyampaikan janji, tetapi membawa komitmen untuk merealisasikan kebutuhan masyarakat secara bertahap.
"Hari ini saya datang kembali ke Desa Air Kulim, saya tidak mau mengatakan janji, saya ingin mengatakan bukti. Hari ini saya sudah bisa menganggarkan anggaran sendiri dari pokok pikiran saya untuk menyejahterakan masyarakat Desa Air Kulim, khususnya Dusun Sukamaju," ujar Arsya.
Ia menyebutkan, terdapat empat titik infrastruktur yang menjadi prioritas untuk diperjuangkan dan ditargetkan dapat direalisasikan pada 2027 mendatang.
Keempat titik tersebut meliputi Jalan Metua, Jalan Sairujo, Jalan Rejosari dan Jalan Baru, termasuk perbaikan jembatan serta ruas Jalan Impres.
"Insyaallah empat titik ini akan saya perjuangkan untuk dilaksanakan pada 2027 nanti. Ketika terlaksana, saya akan turun dan melihat langsung bagaimana prospek pekerjaannya, apakah sudah selesai atau belum," tegasnya.
Arsya menjelaskan, usulan pembangunan yang disampaikan masyarakat tidak serta-merta dapat direalisasikan pada tahun yang sama. Kondisi fiskal daerah, termasuk defisit anggaran, menjadi salah satu faktor yang harus diperhatikan dalam proses penganggaran.
Menurutnya, persoalan defisit anggaran tidak hanya terjadi di Kabupaten Bengkalis, tetapi juga menjadi tantangan yang dihadapi banyak daerah di Indonesia.
"Kalau hari ini kita ajukan, mungkin tahun depan baru bisa dilaksanakan. Kenapa? Karena defisit anggaran yang sama-sama kita ketahui. Saya hari ini membuka diri. Saya siap menerima kritikan dari bapak ibu, mau baik maupun yang tidak baik. Kita saling terbuka," katanya.
Selain pembangunan empat titik tersebut, Arsya juga menyampaikan keinginannya untuk mengupayakan pengaspalan atau hotmix terhadap ruas jalan yang berada di sekitar Dusun Sukamaju apabila terdapat sisa anggaran.
"Kalau ada sisa anggaran, saya ingin hotmix, saya ingin hitamkan jalan yang ada di depan mata kita ini. Tidak dapat semua, mungkin separuh pun jadi," ujarnya.
Perjuangkan Kesempatan Kerja Anak Daerah
Dalam dialog tersebut, persoalan ketenagakerjaan juga menjadi perhatian Arsya. Ia menilai kesempatan kerja bagi anak-anak daerah masih menjadi persoalan yang perlu diperjuangkan bersama, terutama untuk dapat bekerja di perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Kabupaten Bengkalis.
Arsya mengatakan, dirinya kerap memberikan rekomendasi bagi pemuda yang ingin mendapatkan pekerjaan. Namun, dalam pelaksanaannya masih ditemukan sejumlah perusahaan yang tidak mengindahkan rekomendasi tersebut dengan berbagai alasan, termasuk persoalan pengalaman kerja.
"Anak-anak kita yang sudah tamat sekolah ingin bekerja. Tapi prosedur dan proses yang sudah kita keluarkan rekomendasi untuk pekerjaan kepada perusahaan, banyak yang menolak dengan alasan belum ada pengalaman," ungkapnya.
Menurut Arsya, alasan pengalaman kerja seharusnya tidak menjadi hambatan bagi pekerjaan yang tidak membutuhkan keahlian khusus.
"Kalau hanya non-skill, hanya untuk menjadi OB di kantor, masa harus perlu pengalaman? Hanya mengepel, mencuci, masa harus orang yang punya skill? Saya rasa itu tidak perlu," tegasnya.
Ia mengungkapkan, dirinya telah berkoordinasi dengan Sekretaris Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bengkalis, yang juga pernah menjabat sebagai Pj Kepala Desa Air Kulim, Suriyati, terkait persoalan ketenagakerjaan tersebut.
Arsya juga menyebutkan telah mendapat arahan dari Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis untuk memperjuangkan persoalan tersebut. Ia berencana bertemu dengan pihak Pertamina Hulu Rokan (PHR) untuk membahas peluang dan hak masyarakat Kabupaten Bengkalis dalam mendapatkan kesempatan kerja.
"Saya akan berdiskusi langsung dengan pihak Pertamina Hulu Rokan, bagaimana memperjuangkan hak-hak kita agar anak-anak kita bisa bekerja di perusahaan tersebut, bisa bekerja di tanah kita sendiri," katanya.
Ia menegaskan, kesempatan kerja bagi masyarakat tidak boleh dibatasi berdasarkan suku, ras maupun agama.
"Selagi dia ber-KTP Kabupaten Bengkalis, dia adalah putra daerah Kabupaten Bengkalis. Tidak ada perbedaan suku, ras, agama. Karena kita Bhinneka Tunggal Ika, karena kita masyarakat Indonesia," tegas Arsya.
Menurutnya, masyarakat yang tinggal dan memiliki identitas sebagai warga Kabupaten Bengkalis harus mendapatkan kesempatan yang adil untuk memperoleh pekerjaan di perusahaan yang beroperasi dan mengambil sumber daya di daerah tersebut.
"Perusahaan-perusahaan yang ada, yang mengeruk daerah kita, yang mengambil hasil kita, tapi kita hanya menjadi penonton. Saya tidak mau itu," ujarnya.
Ajak Masyarakat Bersama-sama Bangun Air Kulim
Di hadapan masyarakat, Arsya juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kebersamaan dan kekompakan dalam mendorong pembangunan desa.
Ia mengaku masa jabatan lima tahun sebagai anggota DPRD merupakan waktu yang relatif singkat untuk menyelesaikan seluruh persoalan pembangunan. Karena itu, menurutnya, dibutuhkan kesinambungan perjuangan dan dukungan masyarakat.
"Lima tahun ini waktu yang singkat. Mungkin rasanya tidak cukup hanya dalam lima tahun membangun Desa Air Kulim ini, perlu lagi menambah lima tahun lagi," katanya.
Arsya berharap, secara bertahap Desa Air Kulim dapat berkembang menjadi salah satu desa percontohan di Kecamatan Bathin Solapan.
"Kalau suatu saat nanti ada lima titik di Desa Air Kulim yang saya bangun, bapak-bapak dan ibu-ibu ingat, ini Arsya yang bangun. Saya tidak minta sekarang, tapi saya minta nanti. Ini bukan kampanye," ujarnya.
Ia menambahkan, pembangunan tidak dapat dilakukan seorang diri. Diperlukan sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan masyarakat.
"Mari sama-sama kita perjuangkan desa yang kita cintai ini, desa yang kita sayangi ini menjadi desa percontohan bagi desa-desa yang ada di Kecamatan Bathin Solapan," pungkasnya.
Turut mendampingi wakil ketua I DPRD kabupaten Bengkalis.M.Arsya Fadillah,Camat Bathin Solapan, Muhammad Rusydy, sekertaris Disnaker Kabupaten Bengkalis, Suryati, Ketua BPD,Suprano,kepala Desa Air Kulim, Syahril, sekdes, Afrijal Rianto,sejumlah kepala Dusun Suka Maju,Aan,tokoh masyarakat, tokoh agama, para ketua RT.RW serta seluruh undangan yang hadir dalam acara temu ramah wakil ketua I DPRD dengan masyarakat Dusun Suka Maju Desa Air Kulim,Camat Bathin Solapan. Acara di tutup dengan foto bersama masyarakat.
Laporan Sut


















