DPRD Kepulauan Meranti Terima Kunjungan Edukasi SMPN 1 Tebing Tinggi, Bahas Tupoksi hingga Perundungan
SELATPANJANG – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan Meranti menerima kunjungan edukasi dari siswa-siswi SMP Negeri 1 Tebing Tinggi, Senin (26/10/2026). Kegiatan ini menjadi sarana bagi para pelajar untuk mengenal tugas dan fungsi DPRD sekaligus memahami peran lembaga legislatif dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya di bidang pendidikan.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat DPRD Kepulauan Meranti tersebut dipimpin Ketua Komisi III DPRD Kepulauan Meranti, Cuncun, didampingi sejumlah anggota dewan lainnya.
Dalam pertemuan itu, Taufiqurahman memaparkan tiga fungsi utama DPRD, yakni pembentukan peraturan daerah, penganggaran, dan pengawasan. Ia juga menjelaskan hubungan kemitraan antara DPRD dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti dalam penyelenggaraan pemerintahan serta upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Suasana pertemuan berlangsung interaktif saat memasuki sesi tanya jawab. Para siswa tampak antusias menyampaikan berbagai pertanyaan kritis mengenai persoalan pendidikan yang mereka temui maupun yang berkembang di lingkungan sekolah.
Perundungan di Sekolah Jadi Perhatian
Salah satu pertanyaan disampaikan siswi bernama Anis Maufi Febriani yang menyoroti maraknya kasus perundungan atau bullying di lingkungan sekolah. Ia menanyakan sikap DPRD dalam menyikapi persoalan tersebut.
Menanggapi pertanyaan itu, Taufiqurahman menegaskan bahwa perundungan merupakan persoalan serius yang dapat berdampak terhadap kondisi psikologis anak. Dampaknya dapat berupa tekanan mental, kesedihan berkepanjangan, hingga terganggunya proses belajar dan perkembangan sosial siswa.
Ia mengimbau para pelajar agar tidak takut melaporkan tindakan perundungan serta membangun komunikasi yang baik dengan guru, teman, dan keluarga.
“Siswa harus berani melapor dan meningkatkan komunikasi dengan guru, teman, maupun keluarga. Dalam hal ini, peran guru Bimbingan dan Konseling (BK) di sekolah juga sangat penting untuk melakukan pendampingan serta mencegah terjadinya perundungan,” ujarnya.
Menurutnya, pencegahan perundungan membutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari siswa, guru, orang tua, hingga lingkungan sekolah. Dengan kerja sama yang baik, sekolah diharapkan dapat menjadi tempat belajar yang aman dan nyaman bagi seluruh peserta didik.
DPRD Dukung Beasiswa dan Peningkatan Kompetensi Guru
Selain membahas perundungan, para siswa juga mempertanyakan program pelatihan bagi tenaga pendidik agar proses belajar mengajar lebih inovatif dan tidak monoton. Mereka turut menanyakan ketersediaan beasiswa bagi siswa berprestasi maupun pelajar dari keluarga kurang mampu.
Ketua Komisi III DPRD Kepulauan Meranti, Cuncun, menegaskan bahwa DPRD berkomitmen mendukung peningkatan kualitas pendidikan, termasuk melalui perhatian terhadap sarana pembelajaran dan inovasi kegiatan sekolah.
Terkait beasiswa, ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah mengalokasikan anggaran pendidikan melalui program yang dikelola sesuai kewenangan perangkat daerah terkait.
“Untuk program beasiswa, anggarannya sudah disiapkan secara rutin setiap tahun melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), baik untuk jalur siswa berprestasi maupun bagi siswa yang kurang mampu secara ekonomi,” jelasnya.
Ia berharap dukungan terhadap program beasiswa dan peningkatan kompetensi tenaga pendidik dapat terus diperkuat. Dengan demikian, semakin banyak siswa yang memperoleh kesempatan untuk mengembangkan potensi diri dan melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.
Revitalisasi Sekolah Diharapkan Terus Meningkat
Pada sesi berikutnya, seorang siswa bernama Naufal mengajukan pertanyaan mengenai reputasi sekolah serta upaya pemerintah dalam membenahi infrastruktur pendidikan yang dinilai masih membutuhkan perhatian.
Menanggapi hal tersebut, Fazrul memaparkan capaian program pembangunan dan revitalisasi sekolah di Kabupaten Kepulauan Meranti. Ia menyampaikan bahwa dari target awal sebanyak 60 sekolah, program revitalisasi telah direalisasikan untuk 129 sekolah.
Ia berharap peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan dapat terus berlanjut melalui sinergi antara pemerintah daerah dan pihak terkait. Ia juga optimistis jumlah sekolah yang memperoleh program revitalisasi dapat terus ditingkatkan pada tahun anggaran 2027.
Peningkatan fasilitas pendidikan dinilai penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mampu mendukung peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Kepulauan Meranti.
Tanamkan Pemahaman Demokrasi Sejak Dini
Kunjungan edukasi tersebut ditutup dengan sesi foto bersama antara anggota Komisi III DPRD Kepulauan Meranti dan para siswa SMPN 1 Tebing Tinggi.
Komisi III DPRD Kepulauan Meranti mengapresiasi keberanian dan kecerdasan para siswa dalam menyampaikan pertanyaan serta mengemukakan berbagai persoalan di lingkungan pendidikan.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperluas wawasan para pelajar mengenai peran dan fungsi lembaga legislatif, sekaligus menumbuhkan keberanian untuk menyampaikan aspirasi secara santun dan bertanggung jawab.
Melalui kegiatan edukasi tersebut, DPRD Kepulauan Meranti berharap generasi muda semakin memahami proses demokrasi, memiliki kepedulian terhadap persoalan masyarakat, serta mampu berperan aktif dalam mendorong kemajuan daerah, khususnya di bidang pendidikan.












