Teks foto : Wakil Ketua I DPRD Bengkalis Dorong Pemerataan Listrik dan Penguatan Kinerja BUMDes Di Bathin Solapan
BATHIN SOLAPAN – Pemerataan akses listrik dan penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) menjadi perhatian dalam pertemuan yang melibatkan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta perwakilan BUMDes di Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis.
Pertemuan tersebut digelar Kamis (10/9/2026) di lantai II Kantor Camat Bathin Solapan.Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Bengkalis, M. Arsya Fadillah, menegaskan pentingnya pemerataan pembangunan, khususnya pemenuhan kebutuhan listrik bagi sejumlah desa yang hingga kini belum sepenuhnya terjangkau jaringan listrik.
Menurutnya, persoalan kelistrikan masih menjadi salah satu permasalahan signifikan yang perlu mendapat perhatian bersama. Ketersediaan listrik tidak hanya menyangkut kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan investasi di desa.
“Yang paling signifikan itu adalah pemerataan listrik. Sampai hari ini masih ada desa yang belum terjangkau listrik. Kita sama-sama bisa merasakan bagaimana kondisi masyarakat di desa yang belum mendapatkan akses listrik secara maksimal,” ujarnya.
Ia menilai, terpenuhinya kebutuhan listrik di seluruh wilayah akan membuka peluang yang lebih besar bagi masuknya investasi serta berkembangnya aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kalau sudah ada listrik, investasi itu pasti akan berjalan. Tetapi kalau listrik belum tersedia, tentu akan menjadi kendala bagi investasi dan perkembangan ekonomi desa,” katanya.
Karena itu, Arsya mendorong pemerintah daerah bersama DPRD untuk kembali melakukan koordinasi dengan pihak PLN. Termasuk menindaklanjuti pembahasan mengenai pemerataan jaringan listrik yang sebelumnya telah dilakukan.
“Kita bersama-sama kembali menyurati PLN di tingkat provinsi dan melakukan kunjungan untuk melihat tindak lanjut dari pembicaraan kita sebelumnya. Sampai hari ini kita masih menunggu dampak dan jawaban yang konkret terkait pemerataan listrik tersebut,” tegasnya.
Selain persoalan kelistrikan, Arsya juga menyoroti keberadaan BUMDes sebagai salah satu instrumen penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat desa.
Menurutnya, BUMDes perlu mendapatkan dukungan dan perhatian yang lebih serius agar mampu berkembang serta memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“BUMDes hari ini memang berjalan, tetapi perkembangannya belum terlalu signifikan. Kalau memang ada kendala sistem atau persoalan lainnya, tentu masih bisa kita perbaiki bersama,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah daerah, DPRD, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta pengelola BUMDes dapat memperkuat sinergi dalam mendorong kemajuan ekonomi desa.
“Yang paling urgent saat ini adalah pemerataan listrik. Kita ingin bersama-sama memastikan desa-desa yang belum terjangkau bisa mendapatkan akses listrik. Setelah itu, BUMDes juga harus kita dorong agar semakin berkembang,” pungkasnya.
Ia menegaskan, pemerataan pembangunan harus menjadi perhatian bersama agar tidak ada lagi desa yang tertinggal, baik dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat maupun dalam pengembangan potensi ekonomi desa.
Hadir ketua dan anggota komisi I DPRD Bengkalis,Surya Riski,Rumbin Sitio,Tantowi Saputra Pangaribuan, Suyanto dan sekwan.













