Akselerasi Penurunan Stunting, Pemkab Labuhanbatu Salurkan Bantuan Nutrisi bagi 228 Keluarga Berisiko
LABUHANBATU – Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu terus memperkuat komitmen dalam mempercepat penurunan angka stunting melalui berbagai program intervensi dan pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat.
Komitmen tersebut disampaikan dalam Apel Gabungan Kelompok I yang digelar di Lapangan BKPP Labuhanbatu, Senin (21/9/2026). Dalam kegiatan itu, Bupati Labuhanbatu Dr. Hj. Maya Hasmita, Sp.OG, MKM, melalui Asisten I Sekdakab Labuhanbatu Drs. H. Sarimpunan Ritonga, M.Pd., memaparkan sejumlah langkah strategis pemerintah daerah dalam mendukung target nasional penurunan stunting tahun 2026.
Dalam arahannya, Sarimpunan mengimbau seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan jajaran pemerintahan menjadikan apel gabungan sebagai momentum untuk terus berbenah, meningkatkan kedisiplinan, kinerja, serta etos kerja dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Salah satu program yang menjadi perhatian adalah GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting), sebuah gerakan gotong royong nasional yang diinisiasi BKKBN untuk membantu keluarga yang berisiko mengalami stunting melalui pemenuhan kebutuhan gizi secara berkelanjutan.
“Program ini difokuskan pada pemberian asupan protein hewani seperti telur melalui skema 1 Hari 1 Telur atau sumber protein lainnya yang diberikan secara rutin oleh orang tua asuh. Sasaran utamanya adalah ibu hamil, anak di bawah dua tahun (baduta), serta balita dari Keluarga Berisiko Stunting (KRS),” jelas Sarimpunan.
Menurutnya, pemenuhan gizi yang cukup selama periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) merupakan hal yang sangat penting dalam mendukung tumbuh kembang anak.
“Pemenuhan gizi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan sangat krusial untuk mencetak generasi yang sehat, cerdas, kuat, dan bebas dari stunting,” tambahnya.
Sebagai bentuk aksi nyata, Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu telah menyalurkan bantuan nutrisi melalui program OTA GENTING kepada 228 Keluarga Penerima Bantuan Nutrisi dari kelompok Keluarga Berisiko Stunting.
Bantuan tersebut dihimpun melalui sumbangan para ASN serta partisipasi aktif berbagai pihak di lingkungan Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu. Penyalurannya dilakukan secara terpadu melalui kelurahan, puskesmas, Balai Penyuluhan KB, hingga Kampung KB dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat.
Sarimpunan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh ASN serta pihak-pihak yang telah berpartisipasi dalam mendukung program tersebut.
Ia berharap semangat gotong royong dan kepedulian bersama dalam upaya pencegahan stunting dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan.
“Semoga kolaborasi dan kepedulian ini terus terjaga demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat serta masa depan generasi muda Kabupaten Labuhanbatu,” harapnya.
Turut mengikuti Apel Gabungan tersebut, para Staf Ahli, para Asisten Sekdakab Labuhanbatu, para pimpinan OPD, serta seluruh peserta apel gabungan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu.











