Hadiri Khatam Al Quran & Wisuda Tahfidz Akbar Ke 3 MDTA,Bupati Hj. Kasmarni Tegaskan,Komitmen Cetak Generasi Qurani Melalui Khataman Al-Qur'an dan Wisuda Iqra'
MANDAU – Bupati Bengkalis Hj. Kasmarni, S.Sos., M.MP., menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bengkalis dalam mendukung pendidikan keagamaan dan pembinaan generasi Qurani melalui berbagai program yang berkelanjutan. Hal tersebut disampaikannya dalam sambutan pada acara Khataman Al-Qur'an dan Wisuda Iqra' MDTA se-Kecamatan Mandau dan Bathin Solapan.Pada Minggu (14/6/2026) di Masjid Besar Arafah Duri,Kelurahan Air Jamban,Kecamatan Mandau.
Menurut Bupati, kegiatan Khataman Al-Qur'an dan Wisuda Iqra' bukan sekadar seremoni atas selesainya proses belajar membaca Al-Qur'an, melainkan momentum penting untuk menanamkan kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur'an sebagai pedoman hidup dan sumber inspirasi dalam membangun karakter yang berakhlak mulia.
"Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya bersama dalam meningkatkan kualitas generasi muda yang mampu membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari," ujar Kasmarni.
Bupati juga memberikan apresiasi kepada seluruh panitia, pengurus Kelompok Kerja Guru (KKG), kepala MDTA, tenaga pendidik, orang tua, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut.
Ia mengungkapkan, rangkaian kegiatan telah dimulai sejak Mei lalu melalui proses pembinaan, seleksi, dan persiapan peserta. Selama kurang lebih 13 hari, para santri mengikuti berbagai tahapan pembelajaran dan pengujian kemampuan membaca Al-Qur'an sebelum mengikuti prosesi khataman dan wisuda.
"Kami sangat mengapresiasi semangat para guru dan panitia yang telah bekerja keras membimbing anak-anak. Ini merupakan bentuk pengabdian yang sangat mulia dalam menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur'an kepada generasi penerus bangsa," katanya.
Kasmarni menambahkan, Pemerintah Kabupaten Bengkalis memandang pendidikan keagamaan sebagai salah satu fondasi penting dalam pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.
Menurutnya, kemajuan daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga oleh kualitas moral, akhlak, serta integritas masyarakatnya.
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pendidikan keagamaan, Pemerintah Kabupaten Bengkalis terus memberikan perhatian kepada guru-guru MDTA, termasuk melalui program insentif dan berbagai bentuk pembinaan pendidikan Islam.
Selain itu, pemerintah daerah juga terus mendorong lahirnya generasi Qurani yang mampu membaca, menghafal, memahami, serta mengamalkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam kesempatan tersebut, Kasmarni juga memberikan motivasi kepada para peserta wisuda agar tidak berhenti belajar setelah menyelesaikan pendidikan Iqra' maupun khataman Al-Qur'an.
"Jangan pernah merasa cukup dengan kemampuan yang dimiliki saat ini. Teruslah memperbaiki bacaan, menjaga hafalan, memperdalam pemahaman agama, serta menjadikan Al-Qur'an sebagai sahabat dalam setiap aktivitas kehidupan," pesannya.
Bupati berharap anak-anak yang mengikuti Khataman Al-Qur'an dan Wisuda Iqra' dapat tumbuh menjadi generasi Qurani yang mampu memberikan manfaat bagi agama, masyarakat, bangsa, dan negara.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat sinergi antara pemerintah, Kementerian Agama, lembaga pendidikan keagamaan, para guru, orang tua, dan masyarakat dalam membangun generasi penerus yang berilmu, beriman, serta berakhlak mulia.
"Melalui kebersamaan dan kolaborasi yang kuat, kita optimistis dapat melahirkan generasi yang mampu menghadapi tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai Al-Qur'an sebagai pedoman hidup," tutup Kasmarni.
Ketua Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Bengkalis, Bona Faisal, S.Pd.I., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut serta mengapresiasi dukungan berbagai pihak yang telah berkontribusi terhadap perkembangan pendidikan diniyah di wilayah tersebut.
"Alhamdulillah, wisuda tahun ini diikuti sebanyak 771 santri yang berasal dari 75 MDTA di Kecamatan Mandau dan Bathin Solapan. Jumlah ini menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat dalam memberikan pendidikan agama kepada anak-anak sebagai bekal menghadapi masa depan," ujar Bona.
Ia menjelaskan, wisuda tersebut merupakan puncak dari proses pendidikan yang telah dijalani para santri setelah mengikuti pembelajaran dan berbagai tahapan evaluasi di masing-masing MDTA.
Menurutnya, keberhasilan para santri tidak terlepas dari sinergi antara pemerintah daerah, Kementerian Agama, pengelola MDTA, para guru, orang tua, dan seluruh elemen masyarakat yang selama ini mendukung pendidikan keagamaan.
Bona juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bengkalis, khususnya Bupati Kasmarni, yang dinilai konsisten memberikan perhatian terhadap pengembangan pendidikan keagamaan dan kesejahteraan guru MDTA.
"Kami berharap melalui pendidikan MDTA akan lahir generasi yang tidak hanya mampu membaca Al-Qur'an dengan baik dan tartil, tetapi juga memahami, mengamalkan, dan menjadikan nilai-nilai Al-Qur'an sebagai pedoman hidup," katanya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkalis yang diwakili Kasi PD Pontren Mahzum, S.Pd.I., menyampaikan bahwa Kabupaten Bengkalis menjadi salah satu daerah yang dinilai memiliki perhatian besar terhadap pengembangan Madrasah Diniyah Takmiliyah.
Menurut Mahzum, dukungan pemerintah daerah terhadap pendidikan diniyah menjadi contoh positif yang sering dibahas dalam berbagai forum evaluasi pendidikan keagamaan.
"Alhamdulillah, Kabupaten Bengkalis termasuk daerah yang memiliki perhatian serius terhadap pengembangan MDT dan para gurunya. Ini menjadi contoh yang baik bagi daerah lain," ujarnya.
Mahzum menegaskan bahwa keberadaan MDTA memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda di tengah tantangan perkembangan zaman yang semakin kompleks.
"MDTA merupakan benteng akhlak dan moral bagi anak-anak kita. Dengan fondasi agama yang kuat, diharapkan mereka tumbuh menjadi generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlakul karimah," katanya.
Pada kesempatan tersebut, Mahzum juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh guru MDTA atas dedikasi dan pengabdian mereka dalam mendidik generasi muda. Ia berharap para wisudawan dan wisudawati terus melanjutkan pendidikan agama serta meningkatkan prestasi di masa mendatang.
Kegiatan Akhirussanah, Khatam Al-Qur'an dan Wisuda Tahfidz Akbar ke-3 ini menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen bersama untuk melahirkan generasi Qurani yang hafal Al-Qur'an, berakidah kuat, serta memiliki akhlak mulia sebagai bekal membangun masa depan Kabupaten Bengkalis yang lebih baik.
Kegiatan yang mengusung tema "MDTA Siap Untuk Generasi Qurani, Hafal Al-Qur'an, Kokoh Aqidah, Indah Akhlak" tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri berbagai unsur pemerintah, tokoh agama, pendidik, serta wali santri.
Turut hadir Bupati Bengkalis Hj Kasmarni, S.Sos.,MMP, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkalis yang diwakili Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Mahzum, S.Pd.I.,sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkalis, Camat Mandau, Camat Bathin Solapan, Camat Pinggir, Camat Talang Muandau, para guru MDTA, orang tua santri, serta tamu undangan lainnya.















