Pj Sekda Pimpin Apel Gabungan,Soroti 45 Kasus Kekerasan terhadap Anak di Labuhanbatu
LABUHANBATU – Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu menegaskan komitmennya dalam memperkuat perlindungan anak sekaligus meningkatkan disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN). Hal tersebut disampaikan Pj. Sekretaris Daerah (Sekda) Labuhanbatu, Abdi Jaya Pohan, SH., MH., saat memimpin Apel Gabungan Kelompok I di lingkungan Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu, Senin (5/10/2026).
Apel gabungan yang digelar di Lapangan BKPP tersebut diikuti Staf Ahli, Asisten, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pejabat administrator, pejabat fungsional, serta jajaran aparatur di lingkungan Pemkab Labuhanbatu.
Dalam arahannya, Pj. Sekda mengungkapkan data yang cukup memprihatinkan terkait kasus kekerasan terhadap anak di Kabupaten Labuhanbatu.
Berdasarkan data Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI PPA), sepanjang Januari hingga September 2026 tercatat sebanyak 45 kasus kekerasan terhadap anak di Kabupaten Labuhanbatu.
Dari jumlah tersebut, terdiri atas 16 kasus kekerasan seksual, 11 kasus kekerasan psikis, 9 kasus kekerasan fisik, 6 kasus kekerasan lainnya, serta 3 kasus eksploitasi anak.
Abdi Jaya Pohan menegaskan, angka tersebut berpotensi bukan merupakan gambaran keseluruhan kasus yang terjadi di tengah masyarakat. Sebab, masih terdapat kemungkinan kasus kekerasan terhadap anak yang belum dilaporkan.
Dalam pidato Bupati Labuhanbatu, dr. Maya Hasmita, Sp.OG., MKM., yang dibacakan Pj. Sekda, disampaikan bahwa dampak kekerasan terhadap anak tidak hanya meninggalkan luka fisik, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi mental dan masa depan anak.
«“Ketika seorang anak mengalami kekerasan, trauma masa kecil dapat menjadi bayang-bayang gelap yang merusak mental, menurunkan rasa percaya diri, bahkan berpotensi membentuk mereka menjadi pelaku kekerasan di masa depan. Kita harus memutus mata rantai ini sekarang juga,” tegasnya.»
Selain kekerasan fisik dan verbal, Pj. Sekda juga mengingatkan adanya ancaman di era digital, seperti perundungan siber (cyberbullying) serta eksploitasi anak secara daring yang semakin perlu mendapat perhatian bersama.
Untuk mencegah dan menanggulangi persoalan tersebut, ia mengajak seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat menerapkan tiga langkah konkret, yakni menjadikan rumah sebagai “Istana Nyaman”, peka dan peduli terhadap lingkungan sekitar, serta mendampingi anak dalam menggunakan dunia digital.
Terkait maraknya perundungan (bullying) di lingkungan sekolah yang terkadang dianggap hanya sebagai candaan, Pj. Sekda meminta pihak sekolah dan Dinas Pendidikan untuk tidak menganggap remeh persoalan tersebut.
Ia menekankan pentingnya tindakan cepat dan tegas serta penguatan koordinasi antarpemangku kepentingan agar kasus perundungan dapat dicegah dan tidak kembali terjadi.
“Jangan sampai hal-hal seperti ini dianggap biasa atau sekadar candaan. Semua pihak harus peka dan segera mengambil langkah apabila menemukan adanya indikasi kekerasan maupun perundungan terhadap anak,” pesannya.
Selain membahas perlindungan anak, apel gabungan tersebut juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, memperkuat jiwa korsa pegawai, serta meningkatkan disiplin dan etos kerja di setiap perangkat daerah.
Menutup arahannya, Pj. Sekda mengimbau seluruh pegawai di lingkungan Pemkab Labuhanbatu untuk terus meningkatkan kedisiplinan dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat turut menyemarakkan Hari Jadi ke-81 Kabupaten Labuhanbatu.
“Disiplin kinerja merupakan pondasi utama dalam menjalankan roda pemerintahan dan pelayanan masyarakat. Saya berharap momentum peringatan Hari Jadi ke-81 Kabupaten Labuhanbatu ini dijadikan ajang untuk meningkatkan semangat kebersamaan, menjaga integritas, serta memberikan yang terbaik bagi daerah kita,” tandasnya.












