Teks foto : Camat Bathin Solapan Muhammd Rusydy, Resmi Buka Musrenbang Desa Boncah Mahang 2027-2028, Bahas Infrastruktur hingga Pemberdayaan Masyarakat
BATHIN SOLAPAN, KABAR LINTAS RIAU – Pemerintah Desa Boncah Mahang, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis, menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP Desa) Tahun 2027 serta Daftar Usulan (DU) RKP Desa Tahun 2028, Kamis (1/10/2026).
Musrenbangdes tersebut menjadi ruang bagi pemerintah desa bersama masyarakat untuk menyampaikan, membahas dan menyusun berbagai kebutuhan pembangunan berdasarkan kondisi serta skala prioritas masing-masing wilayah.
Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Camat Bathin Solapan, Muhammad Rusydy, M.R., S.STP., M.Si.
Dalam sambutannya,Ketua BPD Boncah Mahang,Nasib, mengajak masyarakat tetap antusias mengikuti Musrenbangdes meskipun kegiatan berlangsung di tengah guyuran hujan.
Menurutnya, kehadiran masyarakat sangat penting karena berbagai usulan yang disampaikan akan menjadi bahan dalam penyusunan perencanaan pembangunan, baik di tingkat desa maupun untuk diteruskan ke kecamatan, kabupaten hingga provinsi.
Ia menyebutkan, keterbatasan anggaran dan luasnya kebutuhan pembangunan membuat seluruh usulan tidak dapat direalisasikan secara bersamaan.
"Desa kita ini jumlah RT-nya hanya lima. Kalau ada sepuluh titik pembangunan dalam satu tahun, tentu harus disesuaikan dengan kemampuan yang ada," ujarnya.
Nasib juga berharap Musrenbangdes mendapat perhatian dari berbagai pihak, termasuk anggota DPRD, sehingga aspirasi masyarakat dapat diperjuangkan sesuai mekanisme dan kewenangan masing-masing.
Selain pembangunan fisik, ia mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan masyarakat, terlebih dalam menghadapi tahapan pemilihan kepala desa.
"Kalau kita tidak bisa membangun desa, bangunlah persatuan dan kesatuan supaya kita bisa bekerja bersama," katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Boncah Mahang,Roma Yono, menegaskan Musrenbangdes merupakan kewajiban pemerintah desa dalam menyusun perencanaan pembangunan sekaligus menampung aspirasi masyarakat.
Ia menjelaskan, mekanisme Musrenbangdes berbeda dengan penyampaian aspirasi melalui anggota DPRD. Aspirasi yang diterima anggota dewan dapat diteruskan kepada instansi terkait sesuai bidangnya, seperti kesehatan, pendidikan maupun infrastruktur.
Namun, setiap usulan tetap harus memperhatikan kewenangan pemerintah, program yang tersedia serta kemampuan anggaran.
"Karena itu, antara hasil Musrenbang Desa dengan aspirasi anggota dewan perlu dilihat sesuai mekanisme dan kewenangannya masing-masing," ujarnya.
Roma Yono menambahkan, efisiensi dalam pelaksanaan program juga menjadi hal penting agar pembangunan yang dilakukan benar-benar sesuai kebutuhan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Camat Dorong Usulan Tak Hanya Infrastruktur
Camat Bathin Solapan, Muhammad Rusydy, M.R., S.STP., M.Si., dalam sambutannya mendorong agar usulan pembangunan Desa Boncah Mahang tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur.
Menurutnya, desa juga perlu mengembangkan berbagai program pemberdayaan masyarakat yang dapat diakses melalui organisasi perangkat daerah (OPD), di antaranya bidang pendidikan, pertanian, peternakan dan perkebunan.
"Namanya rezeki tidak berpintu. Mudah-mudahan walaupun kondisi efisiensi, ada rezeki yang turun sehingga apa yang menjadi prioritas kita bisa diwujudkan," ujarnya.
Ia menjelaskan, seluruh usulan yang disampaikan dalam Musrenbangdes belum bersifat final. Nantinya, usulan akan dibahas dan ditentukan berdasarkan skala prioritas serta kemampuan anggaran.
"Musrenbang ini bukan bersifat final. Masih bisa diperbaiki dalam prosesnya. Usulan-usulan yang kita musyawarahkan hari ini masih bisa dimasukkan dalam program prioritas," katanya.
Camat juga meminta para kepala UPTD maupun perangkat daerah yang hadir menyampaikan informasi mengenai berbagai program pemerintah yang dapat dilaksanakan di wilayah Desa Boncah Mahang. Dengan demikian, masyarakat dapat menyesuaikan usulan dengan program yang tersedia.
Ia menilai, selama ini sebagian besar usulan dalam Musrenbangdes masih didominasi pembangunan infrastruktur yang membutuhkan anggaran cukup besar. Karena itu, program pemberdayaan masyarakat perlu mendapat perhatian agar pembangunan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik.
"Jangan hanya berpedoman pada infrastruktur. Ada juga program pemberdayaan yang bisa ditujukan kepada dinas pendidikan, pertanian, peternakan dan perkebunan. Program-program di dinas kabupaten itu juga bisa kita manfaatkan bersama," jelasnya.
Selain itu, Muhammad Rusydy menekankan pentingnya kolaborasi seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat desa.
"Menjalankan roda pemerintahan desa tidak bisa hanya seorang kepala desa. Tidak bisa hanya BPD, RT, RW atau kepala dusun. Semuanya harus berkolaborasi dan bersama-sama bertanggung jawab atas apa yang dilakukan pemerintah desa," ujarnya.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat membangun semangat kebersamaan serta menyelesaikan berbagai persoalan melalui musyawarah.
"Satu sakit semuanya sakit, satu senang semuanya senang. Kita harus bersama-sama," katanya.
Camat berharap berbagai peluang program pembangunan yang dapat diakses Desa Boncah Mahang untuk tahun 2027 hingga 2028 dapat dimanfaatkan secara maksimal.
"Peluang-peluang yang ingin kita capai di tahun 2027–2028, insyaallah pelan tapi pasti bisa kita wujudkan. Kami berharap partisipasi dari seluruh masyarakat desa," tuturnya.
Warga Sampaikan Sejumlah Usulan Pembangunan
Dalam Musrenbangdes tersebut, masyarakat melalui Sekretaris Desa Boncah Mahang, Refi Sugiardi, S.H., menyampaikan sejumlah usulan yang diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan program pembangunan.
Di antaranya pengembangan kelompok usaha produktif di wilayah SP4 dan SP5, termasuk bantuan subsidi maupun modal untuk mendukung kegiatan ekonomi masyarakat.
Masyarakat juga mengusulkan pembinaan dan bantuan bagi kelompok masyarakat di SP3 dan SP8, termasuk kebutuhan yang berkaitan dengan fasilitas pendidikan atau sekolah.
Pada bidang infrastruktur, warga mengusulkan peningkatan dan perbaikan jalan, khususnya di wilayah SP5. Selain itu, pembangunan dan perbaikan drainase juga diusulkan di sejumlah titik, antara lain SP3, SP8, RT5, RT9, RT3 dan RT2.
Usulan lainnya berupa bantuan sapi bagi kelompok tani serta bantuan untuk kelompok masyarakat yang disesuaikan dengan kondisi dan potensi masing-masing wilayah.
Di bidang ekonomi, masyarakat mengusulkan bantuan modal usaha, termasuk bagi warga di RT3, RT4 dan RT6.
Sementara pada sektor kesehatan, warga meminta peningkatan pelayanan kesehatan, terutama di wilayah RT5 dan RT9.
Usulan bantuan sosial serta peningkatan jaminan sosial bagi masyarakat di sejumlah wilayah, termasuk SP4 dan SP8, juga turut disampaikan.
Berbagai kebutuhan yang sebelumnya telah diusulkan pada tahun-tahun sebelumnya diharapkan dapat terus ditindaklanjuti, terutama yang berkaitan dengan infrastruktur dasar, pemberdayaan ekonomi, pertanian, kesehatan dan fasilitas umum.
Selain menerima usulan masyarakat, para kepala UPT se-Kecamatan Bathin Solapan yang hadir juga menyampaikan sejumlah program yang dapat diselaraskan dengan kebutuhan pembangunan Desa Boncah Mahang.
Melalui Musrenbangdes tersebut, Pemerintah Desa Boncah Mahang berharap seluruh usulan masyarakat dapat disusun berdasarkan skala prioritas dan diselaraskan dengan kemampuan anggaran serta program pemerintah, sehingga pembangunan yang dilaksanakan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kasi PMD Kecamatan Bathin Solapan Ramona Weka Denata, Korcam P3MD, kepala kasi trantib,Beni Hendra Saputra,S.STP.M.Si Ketua BPD Nasib, Kepala Desa ,Roma Yono, LPMD, perangkat desa, Kasi dan Kaur Pemerintah Desa Boncah Mahang, Sekdes Refi Sugiardi, Ketua TP PKK, kader Posyandu, tokoh agama, tokoh masyarakat, kepala Dusun,ketua RT RW, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta para undangan lainnya.












