RESMI DIBUKA,MUSRENBANG DESA PETANI 2027-2028,CAMAT DORONG PENETAPAN SKALA PRIORITAS
BATHIN SOLAPAN — Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) Petani untuk penyusunan program tahun anggaran 2027-2028 resmi dibuka. Camat Bathin Solapan Muhammad Rusydy mendorong agar seluruh usulan masyarakat yang telah dihimpun dapat segera disusun berdasarkan skala prioritas.
Hal tersebut disampaikan Muhammad Rusydy saat menghadiri Musrenbang Desa Petani, Selasa (29/9) sore, di aula pertemuan Desa Petani.
Dalam sambutannya, Camat mengingatkan agar pelaksanaan Musrenbangdes dapat berjalan efektif dan tidak berlarut-larut. Menurutnya, proses penjaringan aspirasi masyarakat sebelumnya telah dilakukan mulai dari tingkat RT/RW hingga dusun.
Seluruh usulan tersebut, kata dia, juga telah direkap sehingga tahapan Musrenbangdes di tingkat desa diharapkan dapat difokuskan pada pembahasan dan penetapan program yang benar-benar menjadi prioritas.
“Kita telah melaksanakan ini dari tingkat RT/RW sampai ke dusun dan sekarang sudah ada di desa. Segala rekapan bapak ibu semua telah direkap. Tinggal nanti bagaimana kita merumuskan mana saja yang menjadi skala prioritas,” ujar Rusydy.
Ia juga mengapresiasi kehadiran sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam kegiatan tersebut. Kehadiran para kepala OPD dinilai menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengetahui secara langsung berbagai program yang tersedia di masing-masing perangkat daerah.
“Kami minta bapak ibu kepala OPD yang hadir bisa memberikan masukan dan program-program yang ada di dinasnya masing-masing. Sehingga masyarakat kami ataupun bapak ibu RT/RW nantinya tinggal memasukkan poin apa yang ada program di dinasnya,” katanya.
Rusydy menekankan, perencanaan pembangunan desa hendaknya tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur. Menurutnya, berbagai sektor lain juga perlu mendapat perhatian, mulai dari pemberdayaan masyarakat, pertanian, peternakan, pendidikan hingga program yang berkaitan dengan kebutuhan anak-anak dan masyarakat desa.
“Musrenbang ini bukan hanya berkaca dengan infrastruktur saja, tapi bisa program pemberdayaan, bisa pertanian, bisa peternakan, bisa pendidikan,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Rusydy juga mengajak seluruh pihak memahami kondisi efisiensi anggaran yang saat ini tengah dihadapi pemerintah. Kondisi tersebut, menurutnya, harus disikapi secara bijak dengan tetap menyusun program berdasarkan kebutuhan dan prioritas masyarakat.
“Kita cukup memaklumi dengan kondisi efisiensi ini. Tapi kita harus bisa mengambil hikmahnya. Dengan keadaan kondisi efisiensi ini, apabila kita mampu melalui ini, insyaallah kita ke depan akan bisa melalui hari-hari yang akan datang,” tuturnya.
Ia berharap kondisi tersebut dapat dilalui bersama sehingga ke depan roda pemerintahan desa dapat berjalan semakin baik, adil dan merata serta memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat Desa Petani.
“Ke depan nanti kita akan mudah dan bisa menjalankan roda pemerintahan desa secara adil dan merata dan juga untuk kepentingan bersama-sama masyarakat Desa Petani, untuk perkembangan Desa Petani yang sama-sama kita cintai ini,” pungkasnya.
Di akhir sambutannya, Camat Bathin Solapan kemudian meminta arahan dan petunjuk dari Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Bengkalis sekaligus mempersilakannya membuka secara resmi Musrenbang Desa Petani.
Rusydy juga mengapresiasi kehadiran pimpinan DPRD Kabupaten Bengkalis dalam kegiatan tersebut.
“Bayangkan bapak ibu, yang membuka Musrenbang kita ini Forkopimda, pimpinan DPRD Kabupaten Bengkalis. Tepuk tangan dulu untuk beliau,” ajaknya kepada seluruh peserta.
KADES PETANI MINTA DUKUNGAN PEMBANGUNAN
Sementara itu, Kepala Desa Petani Rasikun menyampaikan bahwa masih terdapat sejumlah kebutuhan pembangunan yang perlu diperjuangkan bersama. Ia menyebut, kondisi efisiensi anggaran saat ini tidak hanya terjadi di Kabupaten Bengkalis, tetapi juga menjadi kondisi secara nasional.
“Kita sama-sama mengetahui, Bapak dan Ibu sekalian, bahwa saat ini kita mengalami efisiensi skala nasional. Kondisi ini bukan hanya terjadi di Kabupaten Bengkalis, tetapi juga secara nasional,” ujar Rasikun.
Meski demikian, ia berharap aspirasi masyarakat Desa Petani tetap mendapat perhatian, khususnya terkait pembangunan infrastruktur yang hingga kini masih belum terealisasi.
Menurutnya, masih terdapat sejumlah aspirasi dari RT dan RW, termasuk wilayah Bukit Lapangan, yang perlu diperjuangkan agar dapat masuk dalam rencana pembangunan.
“Namun demikian, harapan kami kepada Pak Dewan yang selalu hadir di tengah-tengah masyarakat, dalam situasi seperti ini mohon kiranya kami juga diselipkan, Pak Dewan, untuk pembangunan di wilayah kami. Karena masih banyak tuntutan dan aspirasi dari RT dan RW di Bukit Lapangan yang belum terselesaikan,” katanya.
Rasikun berharap dukungan DPRD Kabupaten Bengkalis dapat membantu mengakomodasi kebutuhan pembangunan infrastruktur di Desa Petani, terutama terhadap usulan yang belum terealisasi pada tahun-tahun sebelumnya.
“Oleh karena itu, kami mohon agar dapat dialokasikan pembangunan infrastruktur untuk daerah kami yang selama ini masih banyak belum terealisasi, Pak Dewan,” harapnya.
Ia juga menyampaikan bahwa usulan pembangunan di sektor pendidikan perlu mengikuti mekanisme perencanaan yang berlaku, termasuk masuk dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).
“Begitu masuk pada sektor pendidikan, tentunya juga akan ada jalurnya. Namun, dengan catatan, usulan tersebut harus masuk dalam RKPD kita,” jelas Rasikun.
Ia berharap seluruh proses Musrenbangdes dapat menghasilkan perencanaan pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta mampu mengakomodasi berbagai aspirasi yang telah dihimpun dari tingkat bawah.
“Demikian yang perlu saya sampaikan pada kesempatan sore yang berbahagia ini. Lebih dan kurangnya saya mohon maaf,” tutup Rasikun.
Turut hadir musrenbang desa Petani, wakil ketua I DPRD M.Arsya Fadillah,sejumlah kepala UPT kec Bathin Solapan, Pendamping Desa, Korcam P3MD,ketua dan anggota BPD, Kepala Desa Petani,ketua TP PKK, Kader Posyandu,kepala sekolah dan guru, seluruh perangkat desa, kasi dan kaur desa Petani, kepala Dusun dan ketua RT.RW se Desa Petani, LPMD, Bhabinkamtibmas, Bainsa,tokoh agama dan tokoh masyarakat serta seluruh undangan lainya.












