Musrenbang Desa Pematang Obo, Wahyudin.,Akses Jalan Menuju Sekolah Jadi Prioritas Utama
Desa PEMATANG Obo — Pemerintah Desa Pematang Obo menempatkan pembangunan akses jalan menuju sekolah sebagai salah satu prioritas utama dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbang) untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP) tahun 2027 dan usulan perencanaan tahun 2028.
Dalam kegiatan tersebut, Kamis (01/10) Kepala Desa Pematang Obo, P Sirait, hal ini di wakili sekdes Wahyudin, menyampaikan bahwa Kepala Desa berhalangan hadir karena kondisi kesehatan yang sedang menurun. Ia sekaligus mengajak seluruh peserta untuk mendoakan agar kepala desa segera diberikan kesembuhan dan dapat kembali menjalankan tugas memimpin desa.
“Beliau berpesan kepada saya untuk mewakili. Kondisi beliau saat ini sangat lemah. Kita doakan semoga beliau cepat sembuh dan bisa kembali memimpin wilayah kita agar ke depannya lebih baik lagi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sejumlah usulan pembangunan sebelumnya telah dibahas melalui Musyawarah Desa (Musdes) dan dituangkan dalam daftar usulan RKP. Untuk tahun perencanaan mendatang, pemerintah desa menetapkan 10 usulan yang menjadi skala prioritas.
Menurutnya, keterbatasan anggaran menjadi salah satu kendala sehingga tidak seluruh usulan pembangunan dari masyarakat dapat direalisasikan setiap tahun.
“Kita tidak bisa menyalahkan siapa pun. Semua pembangunan kembali kepada kemampuan anggaran. Tanpa dana, pembangunan tidak bisa berjalan. Karena itu kami berharap 10 usulan prioritas ini dapat direalisasikan,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Desa bersama BPD telah menyepakati pola pembangunan yang bersumber dari anggaran desa, yakni satu wilayah BPD mendapatkan satu pembangunan prioritas. Kebijakan tersebut telah diterapkan sekitar tiga tahun terakhir untuk menghindari kecemburuan sosial antarkawasan.
“Kalau pembangunan menggunakan uang desa, kami sepakati satu BPD satu pembangunan. Kami tidak ingin ada iri atau kecemburuan sosial antara BPD yang satu dengan BPD yang lainnya,” katanya.
Kondisi keterbatasan anggaran juga membuat desa pada tahun ini hanya mampu melaksanakan empat pembangunan. Karena itu, ia meminta masyarakat memahami apabila sejumlah usulan belum dapat direalisasikan.
Dalam Musrenbang tersebut, pemerintah desa juga mengundang camat, anggota DPRD, BPD, serta pihak UPT terkait. Kehadiran para pemangku kepentingan itu diharapkan dapat memperkuat kolaborasi sehingga usulan yang tidak mampu dibiayai melalui anggaran desa dapat diteruskan melalui pemerintah kecamatan maupun pemerintah daerah.
“Tujuan kita mengundang Pak Dewan, Pak Camat dan UPT adalah agar pembangunan bisa dikolaborasikan. Apa yang menjadi kebutuhan desa dan tidak mampu dibiayai desa dapat kita sampaikan untuk diteruskan dalam pembahasan di tingkat kabupaten, provinsi maupun pusat,” ujarnya.
Ia menegaskan, pemerintah desa tetap membuka ruang bagi seluruh masyarakat maupun lembaga pendidikan untuk menyampaikan usulan pembangunan. Usulan yang membutuhkan anggaran besar dapat dimasukkan dalam daftar usulan RKP untuk kemudian diperjuangkan melalui sumber pembiayaan lainnya.
Salah satu contoh yang disampaikan adalah pembangunan fasilitas olahraga di lingkungan sekolah. Pihak sekolah diminta menyiapkan rancangan kebutuhan secara lengkap, termasuk fasilitas lapangan, perlengkapan olahraga, hingga estimasi anggaran.
“Semua usulan kami tampung. Kalau memang tidak mampu dibiayai desa, kita masukkan dalam RKP. Mau 20 atau 30 usulan tidak masalah. Tetapi harapan kita, 10 prioritas ini saja bisa terlaksana, sudah alhamdulillah,” tuturnya.
Akses Jalan ke Sekolah Jadi Perhatian Utama
Dari sejumlah usulan yang dibahas, pembangunan akses jalan menuju sekolah disebut menjadi kebutuhan yang paling mendesak.
Dua ruas yang menjadi perhatian adalah Jalan Hamlet 1 menuju SD dan Jalan Siaga menuju SD.
Menurutnya, kondisi jalan tersebut sangat berkaitan dengan keselamatan para pelajar yang setiap hari melintas. Karena itu, ia berharap dua ruas jalan tersebut dapat menjadi perhatian pemerintah daerah.
“Kalau kami boleh berharap, dua pembangunan itu saja yang dibangun. Jalan Hamlet 1 menuju SD dan Jalan Siaga menuju SD. Yang lain bisa ditunda dulu,” tegasnya.
Ia menyebut kondisi jalan yang kurang baik dapat membahayakan anak-anak ketika berangkat maupun pulang sekolah, terutama apabila mereka terjatuh dan mengalami cedera.
“Kami tidak ingin anak-anak generasi kami ke depan mengalami kecelakaan atau cedera hanya karena kondisi jalan. Ini yang menjadi harapan besar kami,” tambahnya.
Warga Di himbau Manfaatkan Cek Kesehatan Gratis
Selain persoalan pembangunan infrastruktur, pemerintah desa juga menyampaikan perhatian terhadap persoalan kesehatan masyarakat.
Dalam kegiatan lokakarya sebelumnya, Desa Pematang Ogo disebut termasuk wilayah yang perlu mewaspadai kasus demam berdarah dengue (DBD). Karena itu, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan dan memanfaatkan program cek kesehatan gratis yang diselenggarakan pihak puskesmas dan jajaran kesehatan.
Ia mengajak masyarakat untuk tidak melewatkan kesempatan melakukan pemeriksaan kesehatan secara gratis.
“Kalau ada cek kesehatan gratis, kami harapkan masyarakat memanfaatkan dan memeriksakan kesehatannya. Tidak dipungut biaya karena dilaksanakan oleh pihak puskesmas dan tenaga kesehatan,” ujarnya.
Ia berharap perhatian terhadap kesehatan masyarakat dapat berjalan beriringan dengan pembangunan infrastruktur, sehingga kebutuhan dasar masyarakat Desa Pematang Ogo dapat terus diperjuangkan melalui berbagai sumber anggaran dan kolaborasi lintas sektor."tutup Wahyudin.
Musrenbang Desa Pematang obo Sampaikan 10 Usulan Pembangunan, Mulai Infrastruktur hingga Pertanian. Hal ini di sampikan kasi Pemerintahaan, Taher.
DESA PEMATANG OBO — Pemerintah Desa Bangarobo menyampaikan sejumlah usulan pembangunan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes). Usulan tersebut mencakup pembangunan infrastruktur jalan, fasilitas pendidikan, sarana pemerintahan desa, pemakaman, bantuan alat pertanian hingga kebutuhan penerangan listrik.
Sedikitnya terdapat 10 usulan yang disampaikan untuk mendukung peningkatan pelayanan publik, akses pendidikan, aktivitas ekonomi masyarakat serta pembangunan infrastruktur di Desa Bangarobo.
Usulan pertama yakni pembangunan Jalan Hamletir RW 01 menuju SD Negeri 26 Batin VIII, SMP Negeri 9 Batin VIII, Puskesdes, kantor desa dan tempat pemakaman muslim dengan volume 500 x 4 meter. Usulan tersebut ditujukan kepada Dinas PUPR.
Selanjutnya, pemerintah desa mengusulkan pembangunan Gedung Pertemuan Desa, Kantor Pemerintah Desa, Kantor BUMDes, Kantor LPMD, Kantor PKK, Kantor LPCKU serta perpustakaan desa yang berlokasi di Jalan Hamletir RW 01. Pembangunan tersebut diusulkan dalam satu paket kepada Dinas PUPR dan Dinas Pendidikan.
Di bidang pendidikan, Desa Bangarobo mengusulkan pembangunan fasilitas belajar dan mengajar SD Negeri 16 Batin VIII di Jalan Siaga 1 RW 05 berupa enam ruang kelas lengkap dengan meja, papan tulis dan kursi.
Kemudian, pembangunan fasilitas belajar dan mengajar SD Negeri 26 Batin VIII di Jalan Hamletir RW 01 berupa enam ruang kelas beserta meja dan kursi. Kedua usulan tersebut ditujukan kepada Dinas PUPR dan Dinas Pendidikan.
Untuk SMP Negeri 9 Batin VIII, usulan yang disampaikan meliputi pembangunan ruang kelas, ruang laboratorium IPA dan TIK serta gudang sekolah yang juga ditujukan kepada Dinas PUPR dan Dinas Pendidikan.
Pada sektor infrastruktur lingkungan, pemerintah desa mengusulkan penguatan parit beton di Jalan Desa Sari Kilometer 4 dengan volume 500 x 0,6 x 0,6 meter.
Selain itu, terdapat usulan pembangunan pagar dan gudang pemakaman di tiga lokasi, yakni Jalan Desa Sari Kilometer 4 RW 01, Jalan Pemakaman Uba Kilometer 5 RW 07 dan Jalan Gagah Puntung RW 07.
Di sektor pertanian, masyarakat mengusulkan bantuan 10 unit kultivator serta satu unit mesin pencacah pupuk untuk kelompok tani Desa Bangarobo. Kedua usulan tersebut ditujukan kepada Dinas Pertanian.
Sementara itu, untuk mendukung pemerataan penerangan dan akses listrik masyarakat, Desa Bangarobo mengusulkan pengadaan 20 titik tiang listrik di Jalan Arjuna 2 menuju Gang Cindi Naras, Gang Moktam, Gang Purawa dan Gang Hasdinapura RW 03. Usulan tersebut ditujukan kepada PLN.
Seluruh usulan tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam perencanaan pembangunan serta direalisasikan secara bertahap sesuai dengan prioritas dan kemampuan anggaran.
Melalui Musrenbangdes, Pemerintah Desa Bangarobo berharap kebutuhan masyarakat dapat terakomodasi sehingga pembangunan desa dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.












