Reses di Jl. Ranto Kopar Desa Simpang Padang,M.Arsya Fadillah Tampung Sejumlah Usulan Warga
BATHIN SOLAPAN - Komitmen menghadirkan praktik demokrasi yang dekat, partisipatif, dan berpihak pada kepentingan masyarakat kembali ditunjukkan,Muhammad Arsya Fadillah,S.IP, wakil ketua I DPRD Kabupaten Bengkalis, melalui kegiatan Penjaringan Aspirasi Masyarakat dalam Pelaksanaan Reses Tahun Sidang Kedua, Masa Persidangan Tahun 2026.Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Kamis sore,12 Februari 2026, bertempat di halaman rumah salah satu anggota BPD Aris Jalan Ranto Kopar Desa Simpang Padang,Kecamatan Bathin Solapan.
Pelaksanaan reses yang dikemas dalam suasana dialog santai namun bermakna ini menegaskan bahwa demokrasi tidak harus selalu hadir dalam ruang-ruang formal yang berjarak.Dengan memilih ruang publik sederhana berupa halaman rumah,Aris ingin menempatkan masyarakat sebagai subjek utama demokrasi bebas menyampaikan aspirasi, gagasan, serta kritik tanpa sekat formalitas dan hierarki kekuasaan.
Kegiatan penjaringan aspirasi ini menghadirkan narasumber,Camat Bathin Solapan,Muhammad Rusydy,MR,S.STP.M.Si, tokoh masyarakat, Ketua MUI Bahin Solapan,Ustadz Abdul Kholid. Hadiri oleh unsur Muspika Kecamatan Bathin Solapan, Pj kepala desa M.Nazrin,sekdes M.Idris,LPMD, para kader Posyandu,tokoh masyarakat, Bhabinkamtibmas,Babinsa ketua Karang Taruna,para ketua RT dan RW serta seluruh undangan warga desa Simpang Padang. Kehadiran lintas unsur tersebut mencerminkan semangat inklusivitas dan kolaborasi dalam membangun kehidupan demokrasi yang sehat di tingkat lokal.
Partisipasi aktif masyarakat tempatan dan jamaah Masjid Baidulmanan hadir dalam forum reses ini menjadi pesan demokratis yang penting: masa depan demokrasi tidak hanya ditentukan di bilik suara, tetapi dibangun melalui keterlibatan sadar dan berkelanjutan anak muda dalam ruang-ruang dialog publik. Generasi Milenial diposisikan bukan sebagai pelengkap, melainkan sebagai mitra strategis dalam proses pembangunan dan pengambilan kebijakan.
Dalam dialog yang berlangsung terbuka dan interaktif,Muhammad Arsya Fadillah memberikan ruang seluas-luasnya kepada peserta untuk menyampaikan berbagai aspirasi, mulai dari pelayanan publik, tata kelola pemerintahan, hingga persoalan sosial kemasyarakatan yang dirasakan langsung oleh warga Simpang Padang. Forum reses ini tidak semata menjalankan kewajiban konstitusional DPRD, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran politik dan penguatan kesadaran demokrasi warga.
Arsya menegaskan oleh sebab itu, keterlibatan masyarakat dalam forum resmi seperti reses merupakan langkah strategis untuk menumbuhkan kultur politik yang partisipatif, kritis, dan berorientasi pada solusi nyata."Forum penjaringan aspirasi ini sekaligus memperlihatkan bahwa pendidikan politik dapat tumbuh secara alami, melalui dialog yang setara, saling mendengar, dan pertukaran gagasan yang konstruktif. dalam acaranya di awali dengan menyanyikan Lagu Indonesia raya serta doa bersama di pimpin langsung oleh Ketua Majlis Ulama Indonesia Kecamatan Bathin Solapan.Abdul Kholik.Aspirasi yang dihimpun dari warga tersebut akan menjadi bahan penting dalam perumusan kebijakan serta pengawasan kinerja pemerintahan Kabupaten Bengkalis , khususnya dalam lingkup kerja wakil ketua I DPRD M.Arsya Fadillah.S.IP.
Camat M.Rusydy menuturkan bahwa, kehadiran para tokoh masyarakat memperkuat sinergi antara legislatif, eksekutif, dan masyarakat.Sinergi ini menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas sosial, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta memastikan bahwa kebijakan yang dihasilkan benar-benar berangkat dari kebutuhan riil masyarakat.Camat juga memberikan apresiasi terhadap wakil rakyat M.Arsya hadir untuk menampung aspirasi warga Desa Simpang Padang.
Reses ini menjadi potret kecil demokrasi yang hidup dan bekerja wakil rakyat hadir dan mendengar, masyarakat berbicara dan terlibat, serta generasi muda mengambil peran aktif. Inilah wajah demokrasi substantif yang tidak berhenti pada momentum pemilu, tetapi terus dirawat melalui dialog, keterbukaan, dan kehadiran nyata wakil ketua DPRD Muhammad Arsya di tengah masyarakat."tutupnya.
Melalui kegiatan penjaringan aspirasi ini, reses bukan sekadar agenda formal, melainkan ruang pertanggungjawaban politik, tempat suara rakyat dikumpulkan, dihormati, dan diperjuangkan dalam ruang-ruang kebijakan.Sehingga demokrasi pun menemukan nadinya di tengah obrolan warga, dan dalam keberanian untuk saling mendengar demi masa depan Kabupaten Bengkalis Bermarwah maju dan sejahtera serta Unggul di Indonesia.Sebagai penutup Arsya menyerahkan bantuan sosial berupa nasi kotak secara simbolis kepada 10 orang.
















